Keinginanuntuk belajar didorong keingintahuan alami dan keinginan untuk mendapat imbalan. Tetapi mana yang lebih baik untuk memotivasi anak-anak belajar?
Unduh PDF Unduh PDF Semua manusia menyukai penghormatan, tetapi memberi sanjungan kian mudah dikatakan daripada dilakukan. Anda harus mendapatkan nada yang tepat, kalau tidak sosok yang mengamini kata-kata baik Anda mungkin menganggapnya dengan cara yang riuk. Kuncinya? Katakan sesuatu yang secara teruji Dia percaya merupakan keabsahan, dan sampaikan pujian dalam nada suara yang tulus. Kehangatan sejati Ia tidak akan terlewatkan semacam itu saja, dan mana tahu Anda akan membuat seseorang bahagia. 1 Temukan sesuatu tentang orang itu yang bermartabat-benar Sira suka. Cukup mudah mencuil hal mula-mula nan Anda perhatikan plong diri seseorang dan memuji hal itu. Anda boleh mengatakan “Aku suka kemejamu” maupun “Rambutmu bagus” kepada semua manusia, tetapi pujian yang baik akan makin dalam. Ambil waktu sekeceng dan pikirkan apa yang sungguh Dia kagumi terbit manusia tersebut sebelum Kamu mengatakan segala apa pun. Pujian akan lebih dihargai bila jelas Beliau sungguh-bukan main dengan apa yang Anda katakan. Di sisi lain, jangan aliansi memberi seseorang pujian palsu. Misalnya, jika teman Ia masuk ke rubrik memakai sepatu bot baru yang menurut Engkau vulgar, jangan puji sepatu itu. Boleh jadi beliau akan berketentuan pada Beliau, barangkali tidak, tetapi sekiranya Sira teradat menjatah pujian yang tidak sungguh-bukan main Anda maksudkan, Anda tidak akan terhibur suci, dan akhirnya kata-introduksi Engkau tidak akan berarti banyak bagi orang tidak. 2 Puji titik kemangkakan seseorang. Sebuah pujian akan terasa bertambah eksklusif ketika jelas Anda sudah memerhatikan sesuatu yang benar-benar berarti untuk bandingan wicara Anda. Misalnya, bila ibu mertua Anda menghabiskan banyak waktu merawat tegal bunganya yang indah, Anda bisa memuji seleranya plong warna. Memuji seseorang pada apa yang mereka buat dengan dulu baik adalah kaidah pasti untuk membawa senyum ke wajahnya kerap kali. 3 Katakan sesuatu yang tidak tertumbuk pandangan jelas. Rahasia tidak ketika kepingin menjatah penghormatan tulus adalah memilih sesuatu nan tidak diperhatikan kebanyakan cucu adam, sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda betul-betul memberi perhatian lega orang itu. Pujian plong sesuatu yang tidak terlihat jelas ialah yang akan diingat dan dihargai orang selama sisa sukma mereka. Umpama teoretis, Kamu dapat mengatakan pada adik pemudi Anda bahwa Sira memperhatikan bukan main gentur dia berusaha kerumahtanggaan pelajaran seni semester ini, dan menurut Anda ia memiliki bakat fotografi. Alias Dia bisa mengatakan puas seorang laki-laki yang Beliau taksir bahwa Anda mengagumi kebaikan nan kamu tunjukkan pada setiap turunan yang bicara padanya, bahkan pada momongan kecil. Mana tahu dia terbiasa mendapat sanjungan mengenai fisiknya yang berserat, makara pujian Ia sungguh akan menonjol. 4 Jangan puji semua hamba allah dengan cara nan persis sama. Takdirnya Dia mengatakan “Aku suka bajumu” atau sesuatu semacam itu kepada sebagian besar orang yang Anda temui, hasil kesannya yaitu orang nan Anda puji tak akan merasa terlalu istimewa. Memuji orang lain mengenai atribut substansial mereka akan lebih berguna. Bila Anda pergok diri Anda banyak menjatah penghargaan dangkal yang sama, siapa berikutnya ambil interval dan pikirkan sedikit makin lama sebelum bicara. Usahakan punya sesuatu nan salih lakukan dikatakan, atau jangan mengatakan apa lagi sewaktu-waktu. 5 Fokus pada penampilan makin daripada ciri-ciri fisik. Memang gegares menyenangkan mendapat sanjungan sebagaimana “Sira adv amat rupawan” atau “Aku suka sepatumu”, namun penghargaan terbaik adalah yang menunjuk prestasi mengagumkan seseorang atau kualitas pribadi. Memuji hamba allah lain adapun sesuatu yang mereka usahakan akan lebih berarti daripada memuji sesuatu yang bukan ada hubungannya dengan persuasi mereka, seperti warna mata. Seandainya Engkau mengejar apresiasi menyenangkan untuk diberikan puas gadis yang Anda sangkil, dia kali akan memberi tanggapan lebih baik pada “Menurutku esai Bahasa Inggrismu brilian” daripada “Bibirmu seksi” atau “Kamu memiliki dagu yang benar-bermoral bagus.” 6 Puji dengan murah hati, tetapi tidak jebah. Terserah batasan berapa banyak pujian nan ingin didengar satu orang. Menyirami seseorang dengan pujian akan membuat setiap penghargaan tampak kurang berarti. Bila Anda memuji abnormal lebih jarang, kata-kata Anda akan lebih berkemandang. Sebarkan juga pujian Anda di antara lebih dari satu orang. Bila Anda memuji orang yang sama setiap mungkin, barangkali cuma beliau merasa Anda abnormal terobsesi. Puji hanya ketika cak semau sesuatu yang menurut Anda sungguh-sungguh patut disampaikan. Jangan memuji hanya karena ingin mengatakan sesuatu atau mengepas terlihat seperti makhluk baik. Ini bukan tentang terlihat baik, doang tentang membuat seseorang merasa spesial. Iklan 1 Ekspresikan pujian Sira dengan hangat. Internal hal memuji seseorang, penyampaian yakni segalanya. Tidak cak semau satu cara sempurna untuk mengedepankan penghormatan. Yang penting merupakan terdengar sungguh-bukan main dengan apa yang Anda katakan, sehingga pujian Anda tidak akan diterima dengan cara yang salah. Karena cak semau semacam kekejian tertentu yang melibatkan sanjungan palsu, Engkau perlu memastikan bahwa manusia yang Anda puji adv pernah bahwa Anda serius. Pastikan turunan tersebut dapat mendengar Ia dengan jelas, sehingga tidak terdengar seolah Kamu menggumamkan sesuatu. Bacalah situasi dan jangan memuji seseorang seandainya itu boleh ditafsirkan andai sanjungan yang tidak safi. Misalnya, kalau p versus sebabat baru Anda ikut dengan mempekerjakan rok penuh warna menunukan, dan semua orang memandangi, mungkin Ia tidak cak hendak menarik perhatian padanya di depan banyak orang yang kelihatannya tidak menyukai rok tersebut seperti Beliau menyukainya. 2 Tersenyumlah, tetapi jangan tertawa. Membagi pujian dengan senyuman pelalah merupakan ide bagus, lamun Anda boleh menyampaikannya dengan ekspresi serius dan betapa-sungguh. Namun, bila Ia tertawa ketika memuji seseorang, dia mungkin tak tahu apakah Beliau betul-betul. Kamu bisa terlihat bercanda, yang bisa merusak efek keseluruhan. Usahakan enggak tertawa ketika memuji seseorang kecuali bila kualitas yang Anda hargai itu terserah hubungannya dengan humor individu tersebut. 3 Buat interelasi netra. Ini yakni cara mudah cak bagi menunjukkan bahwa Anda alangkah-betapa dengan segala yang Anda katakan. Membuat perantaraan mata yaitu bentuk komunikasi nonverbal yang membantu orang memahami satu sama lain dengan lebih baik. Seandainya Dia takluk atau mengaram ke arah tak, Sira akan terlihat kurang ceria daripada bila Ia membuat kontak netra ketika berbicara. 4 Perhatikan nada celaan Anda. Lakukan yang terbaik bikin mengatakan seperti yang Anda maksudkan, dan tidak dengan nada aneh yang boleh salah diterima. Apresiasi terbaik tidak menyisakan urat kayu bagi kesalahpahaman. Akseptor adv pernah bahwa Anda sungguh-bukan main, dan dia memencilkan percakapan itu dengan perasaan baik. Kedengarannya memadai sederhana, tetapi sudah biasa bakal sanjungan untuk membawa arti jadi-jadian. Sebagai paradigma Jika Anda terdengar cacat sarkastis, orang tersebut mungkin nanang Anda sedang menertawai. Suka-suka juga peluang Anda terdengar sirik pada orang yang Sira puji. Pastikan Beliau tak tertentang marah ataupun timburu. Iklan 1 Hindari pujian yang menghina. Mungkin ini adalah spesies “penghormatan” paling buruk yang ada. Pujian menghina adalah apresiasi nan terdengar habis baik awalnya, tetapi kemudian guna pernyataan yang sesungguhnya menyerang. Ini yaitu pendirian pasif-agresif bikin menyakiti perasaan seseorang. Mana tahu namun Anda memberi pujian menghina tanpa sadar. Perumpamaan contoh, Kamu kali mengatakan sesuatu seperti, “Wow, aku senang sekali rambutmu waktu ini. Apa bedanya?” Dengan mengatakan ini, Anda menyiratkan bahwa Anda tidak bersisa menyukai bulu orang itu di hari lain. Atau kelihatannya Anda mengatakan, “Ia hebat dalam bisbol, kerjakan ukuran dayang.” Menambahkan atribut di intiha sanjungan mengubahnya menjadi pencercaan. 2 Jangan keliru menganggap teriakan alias teriakan perumpamaan pujian. Meneriakkan “sanjungan” lega seseorang di kronologi sebenarnya habis menertawai. Poin dari pujian adalah membuat seseorang merasa demen, dan meneriakkan ciri-ciri badan cenderung menghasilkan sekuritas nan berlawanan. Bahkan sekiranya beberapa orang mengatakan mereka senang diteriaki begitu juga itu, belaka tidak semua orang suka – sesekali. Kalau Anda khusyuk ingin membentuk seseorang merasa demen, bahkan orang asing, jangan meneriakkan sesuatu sepintas lalu. Aturan nan sepadan berlaku dalam menjatah sanjungan plong orang luar dan individu nan Anda kenal Anda harus mencari sesuatu yang tulus kerjakan dikatakan dan menyampaikan penghormatan tersebut dengan respek. 3 Hindari komentar merendahkan. Boleh jadi Anda sudah lalu sempat apa itu, dan kelihatannya Anda lain akan pernah mengatakannya pada orang lain. Walaupun Anda betul-betul mengesir seseorang dan ingin mengajak sira kencan – sebenarnya, terutama bila Engkau ingin mengajak seseorang berkencan – jangan coba memuji episode fisik seksual. Itu kasar, dan dalam keadaan tertentu komentar spesies ini dapat ditafsirkan perumpamaan pelecehan seksual. Hanya berikan pujian yang sopan! Iklan Dibutuhkan kepahlawanan bila Kamu pemalu, belaka tidak musykil. Iklan Peringatan Jangan berbohong hanya karena Anda menyukai basyar tersebut. Bersikaplah lugu, insan boleh membaca kebohongan dengan mudah. Iklan Adapun wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak mungkin. Apakah kata sandang ini mendukung Anda? Source Posted by
Halini juga bisa dilakukan dengan cara datang ke psikolog atau psikiater. 5. Memberikan Kata-Kata Bijak. Cara memberikan motivasi untuk orang insecure selanjutnya adalah memberikan kata-kata bijak. Dengan diberikannya kata-kata bijak, maka seseorang yang sedang insecure akan menjadi lebih semangat dalam menjalani hidupnya.
Unduh PDF Unduh PDF Berhasil membuat orang lain kagum atau bahkan merasa hormat dengan Anda? Selamat! Lantas, seperti apa tanggapan yang sebaiknya Anda berikan kepada orang tersebut? Jika Anda kerap merasa kesulitan untuk merespons pujian yang diterima, inilah saat yang tepat untuk mempelajari cara menerima dan menghargai pujian dari orang lain. Kiat yang pertama dan utama, hindari dorongan untuk merendahkan diri atau menyederhanakan kerja keras Anda. Alih-alih, akui pujian tersebut dan ucapkan terima kasih. Toh Anda memang pantas menerimanya, bukan? 1 Cukup katakan “Terima kasih.” Jangan berpikir terlalu rumit atau berusaha mencari makna terselubung dari komentar semua orang. Dengan kata lain, jika seseorang memuji Anda, berikan tanggapan yang paling sederhana yaitu ucapan terima kasih.[1] Misalnya, jika seseorang memuji penampilan Anda, padahal Anda sedang merasa kurang cantik atau tampan, cukup ucapkan, “Terima kasih.” Jangan mencari “makna tersembunyi” atau membuat interpretasi mengenai pujian tersebut untuk menyangkal ketulusannya! Dengan kata lain, terima pujian tersebut sebagaimana adanya. Misalnya, jika seseorang berkata, “Rambutmu bagus sekali hari ini!” jangan menganggapnya sedang berkata secara tersirat bahwa rambut Anda di hari-hari lain tidak bagus. 2 Ekspresikan rasa syukur Anda. Terlepas dari setuju atau tidaknya Anda dengan pujian tersebut, jangan ragu mengucapkan terima kasih karena orang tersebut telah bersedia meluangkan waktunya untuk memuji Anda.[2] Misalnya, jika seseorang memuji perilaku anjing Anda yang sangat penurut, tanggapi pujian tersebut dengan berkata, “Wah, kamu baik sekali. Terima kasih.” 3 Berikan pengakuan jika diperlukan. Jika seseorang memberikan pujian untuk hal-hal yang tidak Anda lakukan sendirian, jangan lupa mengakui kinerja orang-orang yang membantu Anda. Hal ini terutama penting untuk dilakukan ketika Anda menerima pengakuan untuk suatu pencapaian. Ingat, jangan pernah lupa memberikan pengakuan untuk orang-orang yang telah mengontribusikan tenaganya untuk membantu Anda.[3] Misalnya, jika adik Anda membantu menyiapkan makanan yang Anda sajikan untuk tamu, jangan lupa menyebut namanya ketika para tamu yang hadir memuji rasa masakan Anda. Misalnya, Anda bisa berkata, “Terima kasih, tadi Abby membantuku memasak makanan itu. Senang sekali kalau kalian menyukainya.” 4 Kembalikan pujian yang diterima. Salah satu cara yang positif untuk menanggapi pujian seseorang adalah dengan mengembalikannya. Meski Anda tidak harus mengucapkannya saat itu juga, teruslah mengingat pujiannya dan cari aspek positif dari orang tersebut yang juga bisa Anda puji. Amati hal-hal positif yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar Anda dan tunjukkan pengakuan Anda.[4] Biasakan diri untuk mencari hal-hal yang positif dari orang lain dan mengekspresikan kekaguman Anda dengan jujur. Percayalah, semua orang akan merasa bahagia jika kerja keras dan perilaku positifnya diakui oleh orang lain. Oleh karena itu, jangan ragu menunjukkan bahwa Anda menyadari kebaikan hati dan pencapaian mereka. 5 Bersyukurlah. Banyak orang khawatir terlihat terlalu percaya diri atau justru canggung ketika menerima pujian. Kuncinya agar tidak terlihat demikian adalah dengan menerima pujian tersebut sebagaimana adanya. Misalnya, memberikan tanggapan seperti “Aku tahu, terima kasih” dapat terdengar kurang sopan, sekalipun maksudnya adalah untuk mengakui kerja keras Anda. Alih-alih, berusahalah untuk menunjukkan rasa terima kasih dengan hangat dan penuh penerimaan.[5] Misalnya, jika Anda telah bekerja keras untuk mempresentasikan materi dan berhasil melakukannya, tidak perlu menyampaikan seluruh informasi tersebut secara mendetail ketika dipuji. Alih-alih, Anda bisa mengakui kerja keras tersebut dengan berkata, “Terima kasih, aku sudah bekerja keras untuk menyelesaikannya. Senang sekali Anda bisa menikmatinya.” 6 Tunjukkan ekspresi nonverbal yang tepat. Dengan kata lain, tunjukkan seberapa besar penerimaan Anda terhadap pujian yang diterima melalui bahasa tubuh. Tatap mata orang tersebut dan tunjukkan ketertarikan serta keterlibatan Anda melalui ekspresi wajah yang tepat. Secara khusus, jangan menyilangkan tangan di depan dada yang sejatinya mengindikasikan bahwa Anda tidak bisa menerima atau sulit memercayai pujian tersebut.[6] Ketika menerima pujian, senyuman Anda sejatinya sudah cukup menjelaskan seberapa besar rasa terima kasih Anda kepada orang tersebut. 7 Belajarlah menanggapi ejekan berbulu pujian. Beberapa orang gemar memberikan memberikan pujian yang sarkastis untuk menyamarkan ejekannya. Misalnya, Anda mungkin pernah mendengar pujian seperti, “Wah, dekorasi liburanmu boleh juga ya, walaupun uang yang kamu keluarkan sedikit sekali." Menanggapi pujian semacam ini memang sedikit rumit, terutama karena Anda perlu terlebih dahulu mengevaluasi makna yang sebenarnya. Jika mereka hanya mencari perhatian atau simpati, silakan mengabaikannya atau hanya menanggapi aspek yang positif dalam pujian tersebut. Namun, jika mereka terlihat benar-benar tidak bermaksud buruk, cukup ucapkan terima kasih dan pergilah dari hadapannya. Misalnya, salah seorang kerabat mungkin akan memberikan pujian semacam ini untuk mengomentari kehidupan pernikahan Anda. Alih-alih tersinggung, cukup ucapkan, “Terima kasih, Tante Maude!” Jika ternyata mereka hanya ingin mencari perhatian Anda, seperti dengan berkata, “Kamu cantik lho, hari ini. Kenapa sih, nggak mau berpakaian begini lebih sering?” cukup tanggapi aspek yang positif dari kalimat tersebut dengan berkata, “Terima kasih karena kamu sudah menyadarinya.” Iklan 1 Akui kekuatan Anda. Jika hujan pujian kerap membuat Anda merasa malu karena tidak ingin terlihat pamer atau sombong, pahamilah terlebih dahulu bahwa pengakuan tersebut memang layak Anda terima. Menerima pujian tidak merepresentasikan kesombongan! Jika seseorang memuji performa istimewa Anda di sebuah proyek, akuilah bahwa Anda memang telah bekerja keras, dan ucapkan terima kasih karena mereka telah menyadarinya.[7] Misalnya, jika Anda telah bekerja sangat keras untuk menghasilkan materi presentasi yang istimewa dan seseorang berkata, “Wow, presentasimu bagus sekali!” akui usaha Anda dengan berkata, “Terima kasih! Aku memang berusaha keras untuk menghasilkan materi presentasi yang terbaik.” 2 Jangan menegasi pujian yang diterima. Kemungkinan, Anda tergoda untuk menyangkal pujian yang diterima agar terlihat rendah hati. Padahal, dengan mengucapkan kalimat seperti, “Ah, biasa saja, kok,” atau “Nggak perlu dipuji ah, cuma begini, kok,” sejatinya Anda sedang merendahkan diri, merendahkan pujian yang diterima, dan merendahkan orang yang memberikannya! Lagi pula, orang tersebut juga bisa merasa sakit hati ketika pujiannya ditolak.[8] Misalnya, jika seseorang memuji kebersihan rumah Anda, hindari dorongan untuk berkata, “Aduh, ini masih kotor! Aku belum membersihkan rumah selama satu minggu, lho.” Reaksi semacam itu justru dapat membuat mereka sungkan atau bahkan memandang Anda sebagai orang yang jorok. 3 Pandang diri Anda dari kacamata orang lain. Luangkan waktu untuk merefleksikan setiap pujian yang Anda terima. Terlepas dari perasaan atau penilaian pribadi Anda terhadap kebenaran pujian tersebut, berusahalah meluangkan waktu untuk memandang diri Anda dari kacamata orang lain. Kemungkinan besar, Anda akan menemukan sesuatu yang positif dari diri sendiri dan merasa lebih baik setelahnya.[9] Misalnya, jika performa Anda di kantor selalu berbuah pujian, artinya orang lain memang menyadari seberapa istimewanya kinerja Anda. Pahamilah bahwa evaluasi mandiri cenderung lebih “tajam” atau menuntut daripada evaluasi yang diberikan oleh orang lain. Itulah mengapa, jika Anda merasa terus-menerus meragukan pujian yang diterima, kemungkinan besar ada hal yang harus diubah dari proses evaluasi mandiri Anda. 4 Tingkatkan harga diri. Jika mampu menilai diri secara positif, kemungkinan besar pujian dari orang lain ketika menyadari kepositifan yang sama justru akan membuat Anda senang. Itulah mengapa, Anda perlu belajar meningkatkan harga diri untuk mengurangi resistansi diri terhadap pujian.[10] Caranya, berpikirlah positif mengenai diri sendiri dan sadari nilai diri Anda.[11] Misalnya, tuliskan hal-hal yang Anda sukai dari diri sendiri dan baca kembali daftar tersebut kapan pun rasa rendah diri mulai muncul. Iklan Jangan mengubah topik sebelum mengakui pujian yang diterima. Jika orang lain bersedia meluangkan waktunya untuk memuji Anda, kemungkinan besar pujian tersebut memang tulus dan harus disikapi dengan tulus pula. Berikan tanggapan yang singkat, lugas, dan jelas. Tidak perlu berusaha menutupi rasa malu atau canggung dengan puluhan kata yang tidak bermakna! Ingat, Anda memiliki hak yang sama dengan orang lain untuk menerima pujian. Lantas, mengapa harus merasa malu? Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
MotivasiBesar untuk Orang Kurang Pintar (Bodoh) Posted by : R Friday, October 18, 2013. MOTIVASI UNTUK ORANG KURANG PINTAR (BODOH) Belakangan ini Dunia Pendidikan Indonesia terus bersaing satu sama lain. Mereka saling bentrok dalam hal prestasi . Para Siswa yang ada di dalamnya pun dituntut untuk terus Belajar agar menjadi Manusia yang Pintar.
Eugenio Maurengio/Getty ImagesSebagian besar orang memberi pujian dengan tulus. Mereka memuji demi menyenangkan perasaan atau menghargai pencapaian seseorang. Mereka kadang juga melakukannya untuk mempererat hubungan dengan orang tersebut. Sayangnya, kebanyakan orang sulit menerima pujian yang diarahkan kepada mereka. Kalau kamu seperti ini, kamu cenderung malu dan malah menjawab tidak Center for Advanced Research on Language Acquisition di University of Minnesota, orang Amerika menghabiskan dua-pertiga dari waktunya menolak pujian yang mereka dapat. Kita biasanya malah menjelek-jelekkan diri sendiri saat disanjung. Misalnya, ada orang yang bilang “Jaket kamu bagus.” Kita mungkin akana mengalihkan pujian “Ini minjem jaket kakak.” b mempertanyakan pujiannya “Beneran bagus?” c atau malah menjawab ini “Jaket ini jelek tahu! Jadi kelihatan lebih gemuk.”Komedian Amy Schumer mencontohkan kebiasaan macam itu dalam video stand up komedinya. Dalam video ini, ada sekelompok perempuan yang mengelak saat disanjung. Namun, kebiasaan ini tidak hanya terjadi di kalangan perempuan saja. Menurut peneliti, pujian membuat laki-laki dan perempuan bingung harus bagaimana menanggapinya. Kalau menerimanya, orang akan mengira kamu belagu. Tapi kalau menolaknya, kamu hanya bersopan santun. “Kebiasaan tersebut seperti sudah terencana,” kata Anne Zell, ahli psikologi sosial dari Augustana menjelaskan sejak kecil kebanyakan manusia diajarkan agar bersopan santun dan rendah hati. Kita juga tidak boleh bersikap angkuh atau tinggi hati. Itu sebabnya kita cenderung mengelak saat ada orang yang memberi pujian. Kita melakukan ini agar orang tidak mengira kita sombong atau lebih baik dari mereka.“Pujian sangat berkaitan dengan penilaian,” tutur Allison Shaw, peneliti komunikasi dari University at Buffalo. “Saya menyadari sesuatu, menilainya dan memberitahumu apa yang saya pikirkan.” Kebanyakan dari kita merasa canggung saat mendapat perhatian seperti berarti ada orang yang memerhatikan perbuatan, pakaian, atau sifat-sifatmu. Berbeda dari pekerjaan atau berkencan yang memang membutuhkan evaluasi, mendapat pujian yang tak terduga—rekan kerja bilang bajumu bagus, catcall dari orang asing di jalanan, atau sahabat yang memuji kelebihanmu—rasanya seperti ada yang mengganggu, kata juga membuat kita merasa orang menaruh harapan tinggi. Kamu akan menolaknya kalau khawatir tidak bisa memenuhi harapannya. Ada penelitian yang menemukan bahwa pujian dari pasangan sering membuat seseorang khawatir akan mengecewakan mereka nantinya. Mengelak bisa membantu mereka mengurangi kecemasan itu.“Orang yang canggung saat disanjung biasanya rendah diri,” kata Guy Winch, psikolog dan penulis Emotional First Aid Healing Rejection, Guilt, Failure and Other Everyday Hurts. Menurutnya, orang suka memastikan pandangannya terhadap dirinya sendiri. Sejumlah psikolog membuktikan proses mental ini dalam penelitian soal mahasiswa yang memilih teman sekamarnya yang diterbitkan pada 2010. Mereka menemukan bahwa murid yang menilai dirinya dengan rendah pada kuesioner kepribadian menunjukkan bahwa mereka akan lebih mempertahankan teman sekamarnya yang juga memandangnya rendah, ketimbang yang menilainya secara kata lain, kamu sulit menerima pujian dari orang lain kalau kamu memandang rendah dirimu sendiri. Kamu akan mengelak atau tidak memercayai pujian tersebut. Kamu mengira mereka tidak tulus saat Winch, menerima pujian sangat bagus untuk meningkatkan kepercayaan dirimu. Kamu bisa memulainya dengan bilang “terima kasih” atau melanjutkan percakapan sampai kamu terbiasa. “Lama-kelamaan perasaan canggungnya akan hilang saat kamu sudah terbiasa,” Winch punya solusi menarik jika kalian menerima pujian. Kamu harus berhenti mempertanyakan apakah kamu pantas disanjung seperti itu atau tidak. Bos lamamu mungkin pernah merendahkanmu, tapi kalau bos barumu bilang hasil kerjamu bagus, maka kamu harus yakin kalau kamu berhak mendapatkan pujian itu. Bisa menerima pujian dengan tulus bagus untuk dirimu sendiri dan orang yang memberi pujian. Menurut Winch, kamu mengakui perasaan mereka terhadapmu. Pujian membuatmu menyadari kalau kamu jauh lebih baik dari yang kamu kira selama ini pertama kali tayang di VICE USMenurutSardiman (2002:89), macam-macam reward adalah sebagai berikut: 1) Pemberian angka atau nilai. 2) Pemberian hadiah. 3) Pemberian pujian. 4) Pemberian penghargaan. Untuk lebih jelas Sardiman menguraikannya sebagai berikut: 1. Pemberian angka atau nilai. Angka sebagai simbol kegiatan belajar,dalam penelitian ini angka yang dimaksud berupa
Setiap manusia terlahir dengan kelebihan masing-masing, dan hal tersebut ada kalanya patut mendapat apresiasi. Salah satu caranya adalah dengan memberikan pujian. Untuk memberi pujian kepada orang lain, hal pertama yang dibutuhkan adalah ketulusan. Setiap orang pasti senang dipuji, namun mereka juga pasti kecewa apabila pujian yang kita sampaikan jauh bertolak belakang dari kenyataan dan kita tidak benar-benar tulus mengucapkannya. Jika kita ingin memberi pujian pada seseorang untuk membuatnya senang atau untuk menghiburnya, maka carilah hingga ke celah terkecil untuk menemukan kebaikan darinya. Tidak perlu memaksakan pujian yang berlebihan. Kali ini, kita akan membahas tentang ungkapan-ungkapan yang bisa digunakan untuk memberi pujian kepada orang lain dalam bahasa Inggris, beserta ungkapan yang diucapkan saat menerima pujian. Simak. Giving Compliment Memberi Pujian Untuk mengutarakan pujian, pada dasarnya kita bisa menggunakan rumus-rumus di bawah ini. 1. Your + Noun Phrase + is/looks/sounds/tastes + really + Adjective Your dress is really beautiful! Gaunmu indah sekali! Your mom looks so young and fit Ibumu terlihat amat muda dan bugar Your voice sounds amazing Suaramu terdengar hebat Your cooking tastes very delicious Masakanmu terasa sangat lezat 2. I + really + like/love + Noun Phrase I really like your poem Aku sangat suka puisimu I like your new haircut. You look cool. Aku suka rambut barumu. Kamu kelihatan keren I love this cake! You baked it yourself? Aku suka kue ini! Apa kamu membuatnya sendiri? 3. This/That + is + really + Adjective + Noun Phrase This is the best song I’ve listened to this year Ini adalah lagu terbaik yang kudengar tahun ini That’s an awesome painting Itu adalah lukisan yang mengagumkan This is really a great talent Ini benar-benar sebuah bakat yang hebat That is really a breathtaking landscape Itu adalah pemandangan yang sungguh mempesona 4. What a/an + Adjective + Noun Phrase What a lovely house! Rumah yang bagus sekali! What a cute kitten! Anak kucing yang lucu sekali! What an amazing painting Lukisan yang hebat sekali! Kita juga bisa menyampaikan pujian dengan kalimat-kalimat berikut ini. Your voice sounds like an angel Suaramu seperti malaikat You have a pair of beautiful eyes Kamu punya mata yang indah You dance extremely well Kamu menari dengan sangat baik You’re so good at Mathematics Kamu amat pintar Matematika This color looks so good on you Warna ini cocok untukmu How great! Hebat sekali! How cute your son is! Anak laki-lakimu lucu sekali! What a pretty girl you are! Kamu gadis yang amat cantik! That was lit, that was crazy Yang tadi itu keren sekali That was unbelievable Yang tadi itu menakjubkan That’s such a masterpiece Itu adalah karya yang hebat You’ve done great Kamu sudah melakukan hal yang baik, kamu menyelesaikannya dengan baik Very well, great job! Bagus sekali etc Selain itu, dalam memberikan pujian, kita juga bisa menggunakan beberapa idiom. Di bawah ini adalah contoh idiom yang bisa dipakai. You are a smart cookie You are the bomb! You take my breath away You are the cream of the crop You are light years ahead You are out of this world You rock You slay You killed it! That’s my man! Sebagai idiom, kalimat-kalimat tersebut tidak dimaknai secara harfiah. Akan tetapi, kesemuanya memiliki arti serupa dengan “you’re awesome” atau “you’re an amazing person” kamu hebat. Receiving Compliment Menerima Pujian Ketika mendapat pujian, sudah sepatutnya kita memberi jawaban yang baik sebagai bentuk apresiasi atau penghormatan. Normalnya, kita pasti akan merasa senang saat dipuji kan? Maka dari itu, kita bisa membalas pujian dari orang dengan ucapan terima kasih atau kalimat-kalimat di bawah ini. Thanks/Thank you Terima kasih Thank you for saying that Terima kasih sudah mengatakannya I appreciate that Aku menghargainya That means a lot Itu amat berarti That’s really nice/kind of you Kamu baik sekali It’s all because of… Itu semua karena… You too Kamu juga demikian I’m glad you enjoyed/liked it Aku senang kamu menyukainya I’m glad you think so Aku senang kamu berpikiran seperti itu I worked hard on it Aku bekerja keras untuk mewujudkan itu Etc Untuk merespon pujian dari orang lain, hindari ucapan yang kontra dengan pendapat mereka seperi “Not really” Tidak juga, “It’s nothing” Bukan apa-apa, “No, I’m not” Aku tidak seperti it dan sejenisnya, meski dengan maksud merendah sebab hal tersebut agak kurang sopan. Apabila kita merasa agak sulit menerima pujian yang dikemukakan orang lain, kita bisa memberikan respon seperti “Really?”, “Do you think so?”, “Is that so?”, “Wow, you mean that?” dan sebagainya, yang memiliki arti kurang lebih “Benarkah begitu?”. Selain itu, kita bisa juga membalas pujian dari orang lain dengan memberikan pujian kepadanya. Mudah kan? Selamat belajar!
SelanjutnyaMcCelland mengatakan bahwa setiap orang mempunyai keinginan untuk melakukan karya yang berprestasi atau yang lebih baik dari karya orang lain. Dalam pada itu McCelland mengatakan ada tiga kebutuhan manusia, yakni 1) kebutuhan untuk berprestasi, 2) kebutuhan untuk berafiliasi, 3) kebutuhan kekuasaan.Oleh Khifni NasifPujian adalah pernyataan rasa kagum dan penghargaan kepada sesuatu yang dianggap baik, indah dan sebagainya. Memang wajar jika kita memuji kepada seseorang atas prestasinya atau kebaikan-kebaikanya. Apalagi jika orang tersebut punya hubungan dekat dengan kita, misalnya sahabat, kerabat, orang tua, anak dan sebagainya. Pujian jika dilihat dari objeknya ada dua macam. Pertama untuk diri sendiri kedua untuk orang lain. Pertama, pujian untuk diri sendiri. dalam hal ini Imam An-Nawawi di dalam kitab Al-Adzkar membagi dua macam hukum memuji diri sendiri 1. Madzmum tercela jika dilakukan untuk membanggakan diri sendiri, menunjukkan keluhuran diri sendiri, serta membedakan dari orang lain dan semacamnya. Allah berfirman dalam Surat An-Najm ayat 31 فَلا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ النجم 31 Dalam tafsir Al-Wajiz potongan ayat tersebut ditafsiri dengan فلا تمدحوا انفسكم ولا تبرئوها من الذنوب “Maka janganlah kalian memuji diri kalian dan jangan merasa bersih dari dosa.” Begitu pula dalam Surat An-Nisa’ 49 الم تر الى الذين يزكون أنفسهم بل الله يزكى من يشاء ولا يظلمون فتيلا النساء 49 Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendakinya dan mereka tidak dianiaya sedikitpun. QS. An-nisa’ 49. Ayat tersebut menggambarkan orang-orang yang memuji terhadap diri dan amal perbuatanya serta merasa diriya suci dan jauh dari kejelekan, sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nasrani, bahkan mereka sangat kelewat dalam memuji dirinya sendiri dengan ucapan mereka نحن ابناء الله واحباؤه kita adalah anak-anak Allah dan para kekasihnya. Maha suci Allah dari apa yang mereka ucapkan. 2. Mahbub terpuji jika demi kemaslahatan. seperti amar makruf nahi munkar, mendamaikan antara dua orang yang bertikai, memberikan nasihat, mendidik, dan sebagainya. Dalam hal ini boleh memuji diri sendiri dengan menuturkan kebaikan diri sendiri disertai dengan adanya tujuan kemaslahatan tersebut. Sehingga dengan menutur kebaikan diri sendiri, ucapan atau nasihatnya akan lebih mudah diterima serta lebih meyakinkan orang lain, sebagaimana ucapan nabi Yusuf As terhadap penguasa saat itu yang terekam dalam Al-Qur’an surat yusuf 55 قال اجعلنى خزائن الارض انى حفيظ عليم “Yusuf berkata jadikanlah aku bendaharawan Negara mesir, sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.” Nabi Yusuf menyebut kebaikan dirinya di hadapan penguasa agar penguasa tersebut mau mengangkatnya sebagai bendaharawan negara, sehingga Nabi Yusuf bisa menegakkan hukum-hukum Allah serta menegakkan kebenaran dan keadilan, dan tidak ada yang mampu melakukan semua itu melainkan hanya beliau. Begitu pula kisah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika beliau membagikan ghanimah harta rampasan perang, di antara orang munafik ada yang menganggap Rasulullah tidak adil dalam membaginya sehingga Rasulullah berkata والله إني لأمين في السماء أمين في الأرض “Demi Allah sesungguhnya aku adalah sejujur-jujurnya orang di langit dan di bumi.” Di antara sahabat Nabi yang pernah memuji dirinya sendiri dalam rangka ta’lim pendidikan adalah Abu hamid al-Sa’idi. Saat menyampaikan bagaimana shalat Rasulullah kepada para sahabat lain, ia berkata أنا أعلمكم بصلاة رسول الله صلى الله عليه وسلم “Saya adalah orang yang paling tahu mengenai shalat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.” Kedua pujian untuk orang lain. Imam Al-Ghazali di dalam Ihya’ Ulumiddin menjelaskan bahwa di antara malapetaka yang disebabkan lisan adalah sebuah pujian. Oleh karena itu memuji kepada orang lain tidak sepenuhnya dianjurkan, bahkan terkadang pujian tersebut dilarang karena bisa menimbulkan dampak negatif yang sangat membahayakan, baik bagi orang yang memuji maupun orang yang menerima pujian. Malapetaka tersebut menurutnya ada enam, yang empat bisa membahayakan orang yang memuji dan yang dua membahayakan orang yang menerima pujian. Bagi orang yang memuji, bahaya atau petaka itu antara lain sebagai berikut Pertama, terkadang dia berlebihan lebay dalam memuji orang lain, sehingga ia terjerumus dalam kedustaan. Kholid bin Ma’dan berkata من مدح إماما أو أحدا بما ليس فيه على رؤوس الأشهاد بعثه الله يوم القيامة يتعثر بلسانه Barangsiapa memuji seorang pemimpin atau seseorang di muka orang banyak dengan sesuatu yang tidak ada padanya, niscaya dibhari kiamat Allah akan membangkitkanya dengan tergelincir disebabkan lisannya. Kedua dia memuji dengan berpura-pura menampakkan rasa cinta atau simpati yang tinggi, padahal sesungguhnya di dalam hatinya tidak. Dalam hal ini dia berbuat hipokrit munafiq serta mencari muka riya. Ketiga dia menyatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan realita. Sehingga pernyataanya adalah sebuah kebohongan atau bualan belaka. عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أن رجلا ذكر عِنْدَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم – فاثنى عليه رجل خيرا فَقَالَ النبي صلى الله عليه وسلم وَيْلَكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ ، ». يقوله مِرَارًا - ان كان احدكم مادحا لا مَحَالَةَ فَلْيَقُلْ أَحْسِبُ كذا وكذا ، ان كان يرى انه كذالك وحسيبه الله ولا يزكى على الله احدا » رواه البخاري Dari Abdirrahman bin Abi Bakroh dari ayahnya berkata sesungguhnya seorang lelaki disebut di dekat Rasulullah SAW. lalu lelaki yang lain memujinya maka Rasulullah berkata berulang-ulang,“Celaka, kamu telah menebas leher temanmu.” “Jika salah satu di antara kalian harus terpaksa memuji maka hendaklah ia berkata, “Saya kira si fulan demikian kondisinya, jika dia menganggapnya demikian, dan yang mengetahui kondisi sebenarnya adalah Allah dan janganlah menyucikan seseorang di hadapan Allah.. HR. Bukhori. Begitu pula Sayyidina Umar suatu saat pernah mendengar seorang lelaki melontarkan pujian pada orang lain, lalu beliau berkata pada orang tersebut “Apakah kamu pernah bepergian dengannya?” Lelaki tersebut menjawabnya, “Tidak.” “Apakah kamu pernah berinteraksi denganya dalam masalah jual beli dan mu’amalah lainya?” “Tidak.” “Apakah kamu bertetangga denganya di waktu pagi dan sore?” Tanya Umar lagi. “Tidak.” Sayyidina Umar berkata, “Demi Allah yang tiada tuhan selain-Nya kamu tidak mengenal orang tersebut.” Keempat, kadang-kadang dengan pujiannya, dia menyenangkan orang yang dipuji, padahal orang yang dipuji tersebut adalah orang dzalim atau fasik. sedangkan memuji orang dzalim atau orang fasik tidak diperbolehkan. Sebagaimana sabda Rasulullah إن الله تعالى يغضب اذا مدح الفاسق رواه ابن ابى الدنيا والبيهقي Sesungguhnya Allah SWT murka apabila ada orang fasik dipuji. HR. Ibnu Abiddunya dan Al Baihaqi.Adapun dua bahaya atau petaka yang bisa menimpa orang yang dipuji akibat pujian adalah Pertama menculnya sifat takabbur sombong dan u’jub bangga diri pada orang yang di puji, sehingga memandang orang lain berada di bawahnya. Keduanya adalah sifat yang bisa membinasakan. Al-Hasan radliyallahu anh berkata, Suatu saat Sayyidina Umar radliyallahu anh duduk bersama orang-orang, dan beliau memegang sebuah cemeti, lalu tiba-tiba datanglah Jarud bin Al-Mundzir dan salah seorang dari mereka mengatakan, “Orang ini adalah kepala suku Rabi’ah.” Perkataan tersebut didengar oleh Sayyidina Umar ra dan orang-orang disekitarnya termasuk Al Jarud bin Al-mundzir, ketika Al-Jarud mendekati Sayyidina Umar ra beliau memukulnya dengan cemeti. Al-Jarud pun berkata, “Apa yang terjadi antara saya dan engkau wahai Amirul Mukminin? Sayyidina Umar pun menjawab, “Apa yang terjadi antara saya dan kamu? Bukankah kamu mendengar ucapan tadi?” Al-Jarud menjawab, “Iya saya mendengarnya. Lalu Sayyidina Umar berkata, saya khawatir perkataan tadi bercampur dengan hatimu, lalu aku ingin menundukkan kepalamu. Kedua, dengan dipuji kebaikanya, maka dia akan merasa senang, puas dan bangga akan kebaikan tersebut, sedangkan orang yang membanggakan dirinya atas kebaikanya maka dia akan lengah atau teledor dalam beribadah kepada Allah, karena hanya orang yang memandang dirinya masih kurang amal kebaikanyalah yang selalu waspada dan bergegas dalam beribadah kepada Allah. Namun jika pujian tersebut tidak membahayakan baik bagi pelaku maupun penerima pujian, maka pujian semacam itu tidaklah dilarang, bahkan terkadang dianjurkan. Karena itulah Rasulullah Saw pernah memuji sahabatnya antara lain sahabat Abu Bakar dengan ucapanya, “Jikalau iman Abu Bakar dan iman manusia seluruh alam ditimbang niscaya akan lebih berat iman Abu bakar.” Begitu pula pujian yang lain kepada para sahabat lainya. Adapun bagi orang yang dipuji, Imam Al-Ghazali juga mengingatkan agar selalu waspada terhadap pujian dengan menjaga dirinya dari sifat sombong, membanggakan diri, serta menjaga dirinya agar tidak teledor terhadap amal-amal ibadahnya. Dan semua itu tidak dapat tercapai melainkan dengan cara memandang dirinya dengan pandangan hina dan lemah serta merenungkan akibat yang akan timbul seperti lembutnya riya dan bahaya yang lain, sesungguhnya dialah yang mengetahui pada dirinya tentang apa-apa yang tidak diketahui oleh orang yang memujinya. Dan hendaknya orang yang dipuji juga menampakkan ketidaksukaanya saat ia dipuji kepada orang yang memujinya jika pujian tersebut tidak sesuai dengan apa yang ada pada dirinya, Rasulullah bersabda احثوا التراب فى وجوه المداحين “Taburkanlah debu pada wajah orang yang berlebihan dalam memuji.” HR. Abu Dawud Serta hendaknya merasa malu terhadap pujian tersebut. sebagaimana dikatakan pula oleh Imam Atha’illah المؤمن إذا مدح استحيا من الله أن يثنى عليه بوصف لا يشهده من نفسه Orang mukmin sejati adalah apabila mendapatkan pujian dia merasa malu terhadap Allah atas pujian yang diterimanya, jika sifat tersebut tidak dimilikinya sama sekali. Begitu pula jika dia mendapat pujian yang telah terlontar dari mulut orang yang memuji hendaknya pula dia mengucapkan ucapan sebagaimana diucapkan Sayyidina Ali ketika menerima pujian اللهم اغفر لى ما لا يعلمون ولا تؤاخذنى بما يقولون واجعلنى خيرا مما يظنون “Ya Allah ampunilah diriku karena sesuatu yang tidak mereka ketahui, dan janganlah Engkau menyiksa diriku karena apa yang mereka katakana dan jadikanlah diriku lebih baik dari apa yang mereka sangka.” Dari uraian di atas bisa kita pahami bahwa suatu pujian bagaikan pedang bermata dua, yang bisa membahayakan, baik bagi pelaku maupun penerima pujian. Oleh karena itu kita harus bijak dan selektif ketika akan melontarkan pujian dan tidak terlalu murah mengobralnya, karena bisa saja kita sebagai orang yang melontarkan pujian bisa terhindar dari bahaya tersebut di atas, namun belum tentu bagi orang yang kita puji, sehingga maksud hati kita akan mengutarakan penghormatan atau penghargaan pada orang lain tapi justru kenyataanya kita malah menebas lehernya. Wallahu a’lam.berprestasiuntuk mendapatkan pujian orang perbuat AD. Aris D. 04 Januari 2022 13:07. Pertanyaan. berprestasi untuk mendapatkan pujian orang perbuatan tercela karena? Mau dijawab kurang dari 3 menit? CobaJakarta - Kalimat pujian adalah kalimat yang menyatakan penghargaan atas suatu kebaikan atau keunggulan sebuah objek kehidupan sehari-hari, kalimat pujian biasanya digunakan ketika melihat sesuatu yang dianggap baik dan merasa Kamus Besar Bahasa Indonesia, kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas pujian adalah pernyataan memuji, berasal dari kata puji yang artinya rasa pengakuan dan penghargaan yang tulus akan kebaikan keunggulan memberi kalimat pujian sendiri biasanya untuk memberi penghargaan atas prestasi yang diperoleh atau pada sesuatu yang layak untuk dipuji, misalnya tentang keindahan atau perilaku yang Kalimat PujianMengutip dari buku berjudul "Ayo Belajar Berbahasa Indonesia" yang ditulis oleh Muh. Darisman, dkk, kalimat pujian memiliki ciri-ciri sebagai Biasanya berupa kalimat positif- Disampaikan dengan rasa tulus dan jujur- Terkadang menggunakan majas perumpamaan, personifikasi, simile, atau majas Ada saran dan alasan- Beralasan sesuai fakta- Membuat yang dipuji merasa bangga dan termotivasi- Ada perasaan Kalimat PujianAdapun untuk memuji biasanya menggunakan kalimat yang dapat menyenangkan hati dan memberikan semangat kepada orang yang kata-kata untuk mengawali sebuah kalimat pujian adalah wah, amboi, hebat, aduhai, elok, luar biasa, cantik, mulia, enak, serasi, rapi, indah dan lain lebih memahami, berikut contoh-contoh kalimat pujian, dilansir dari buku "Bahasa Indonesia SD/MI Kelas 6" oleh F. Kamu memang hebat, Nik! Ujian matematika bisa diselesaikan dalam waktu cepat2. Pak Bambang adalah guru favoritku. Beliau orang yang bijaksana dan rendah Aku sangat menyukainya. Selain baik hati, ia juga pintar dan menghormati orang Pemandangannya sangat indah. Aku ingin berlama-lama di Sepatu yang kamu pakai bagus. Sangat cocok dengan Suaramu bagus sekali, Intan. Coba deh kamu ikut audisi Jahitan dress ini sangat rapi. Aku suka Aku suka kopi ini. Perpaduan rasa manis dan pahitnya Wah, lukisanmu begitu indah. Tampak seperti Yummy.. masakan mama lezat sekali!Nah, itulah pengertian kalimat pujian lengkap dengan ciri-ciri contohnya. Semoga detikers bisa mengapresiasi banyak orang dengan kalimat pujian agar bisa berbagi hal positif, ya! Simak Video "BLACKPINK Tuai Pujian Usai Bawa Elemen Tradisional Korea di Coachella" [GambasVideo 20detik] faz/fazPenghargaanuntuk karyawan diberikan dengan maksud untuk mewujudkan rasa terima kasih sekaligus retensi agar karyawan tersebut tidak memiliki pikiran untuk meninggalkan perusahaan. Memberi apresiasi setiap hari bisa diwujudkan dengan hal-hal kecil, seperti pujian langsung atau sejenisnya. Namun, untuk akhir tahun tidak jarang perusahaan
Dalam hidup, melakukan suatu kebaikan sudah sepantasnya untuk mendapatkan pujian demi pujian. Hanya saja, gak semua orang mau menerima pujian atas segala tindakannya, bahkan cenderung menolaknya itu merupakan bentuk apresiasi orang lain terhadap suatu kebaikan, sedikitnya ada lima alasan kamu sangat kesulitan untuk menerima pujian dari orang lain. Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasan di bawah Kamu sangat protect terhadap diri sendiri karena tidak ingin garis besar, pujian tidak hanya sebatas sanjungan dari orang lain, tapi juga bisa berupa pemanfaatan untuk membuat kamu jauh lebih mudah dimanfaatkan. Dalam hal ini, kamu sama sekali menghindari pujian demi sangat jelas, kamu ingin tetap protect terhadap diri sendiri karena tidak ingin dimanfaatkan. Mendapat pujian memang membuat hidup kamu lebih membahagiakan, namun bukan berarti akan selamanya berakhir Kamu mendefinisikan pujian sebagai bagian dari cara cepat merasa dasarnya, mendapat pujian artinya telah melakukan sesuatu yang krusial dan juga berpengaruh banyak terhadap lingkungan sekitar. Dalam hal ini, bukan tidak mungkin jika kamu merasa sudah berada di puncak tertinggi dibanding orang akhirnya, hal inilah yang membuat kamu kesulitan menerima pujian demi pujian. Kamu takut berhenti untuk berkembang karena kamu sendiri mendefinisikan pujian sebagai bagian dari cara cepat merasa puas. Baca Juga 5 Manfaat Saling Memberikan Pujian ke Pasangan, Gak Perlu Sungkan! 3. Pernah mengalami hal buruk karena terlalu mengedepankan pujian dari orang lain garis besar, kita tidak akan pernah tahu niat atau tujuan mereka dalam memberikan pujian demi pujian. Dalam hal ini, pujian dengan maksud yang buruk dapat meninggalkan bekas yang membuat kamu trauma dan tidak mudah menerima pujian itu akhirnya, kamu cukup kesulitan menerima pujian dari orang lain. Meski gak semua orang memiliki niatan yang gak baik dalam memberikan pujian, bukan berarti kamu bisa dengan mudah percaya lagi terhadap ucapan manis orang Merasa diri sendiri masih banyak kekurangan dibanding AureliusPada dasarnya, gak semua orang yang mendapatkan pujian merasa senang dan membahagiakan. Nyatanya, ada juga orang yang merasa dirinya sendiri masih banyak kekurangan dibanding ini menegaskan bahwa menerima banyak pujian bukanlah perkara mudah, bahkan bisa menjadi sebuah beban tersendiri yang mana dirinya masih belum pantas untuk mendapatkan pujian demi Masih terlalu dini untuk sekadar menerima pujian dari orang LachPada umumnya, pujian ditunjukkan bagi orang yang sudah melakukan sesuatu yang baik dan berpengaruh pada orang lain. Namun, kamu sendiri menolak untuk menerima pujian itu sendiri, hal ini masih terlalu dini untuk sekadar menerima pujian dari orang yang kamu lakukan masih belum seberapa dan butuh proses yang lebih panjang. Meski saat ini kamu sudah dipandang baik, bukan berarti itu cukup untuk kepuasan diri pujian merupakan bentuk apresiasi yang positif untuk diri kamu sendiri, bukan berarti kamu sudah merasa pantas untuk mendapatkannya. Baca Juga Gak Usah Canggung, Ini 7 Cara Baik Menerima Pujian dari Orang Lain IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
1 Memuji secara lisan. Cara spontan termudah yang bisa Anda lakukan untuk mengapresiasi usaha Si Kecil adalah dengan memberikan pujian secara lisan. Kata-kata sederhana seperti "anak pintar" atau "anak hebat" bisa membuat Si Kecil senang dan bangga lho, Moms. Namun agar lebih efektif, Moms bisa menegaskan hal baik yang dilakukan Si Kecil.
Jakarta - Kebanyakan orang mungkin masih ragu untuk memberikan pujian kepada orang lain karena harus memikirkan kata-kata seperti apa yang harus dipilih. Inggris Longgarkan Lockdown Virus Corona, Restoran dan Salon Diizinkan Buka Jurnalis Dapat Beasiswa dari Pemerintah Taiwan Gubernur di Meksiko Sebut Orang Miskin Kebal Corona COVID-19 Namun, penelitian menunjukkan bahwa itu tidak benar. Memberikan pujian kepada orang lain dapat memengaruhi Anda lebih dari yang diperkirakan. Akan ada manfaat pujian yang si pemberi maupun penerima. Dikutip dari laman Bright Side, Kamis 30/12/2021 ada sebuah penelitian yang menjelaskan tentang dampak pujian. Berikut selengkapnya * Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang joget lagu Toxic Britney Spears ala pramugara AirAsia ini bahkan menarik perhatian sang CEO, Tan Sri Tony Fernandes. Instagramassrafnasir 1. Pujian Seperti Makanan untuk Suasana HatiIlustrasi Keluarga Bahagia Credit seperti makan, orang juga ingin merasakan menerima pujian setiap hari. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang mendapat pujian setiap hari selama seminggu merasa lebih baik. Mereka akan merasa pujian itu secara tulus, asal seseorang yang memberikannya tidak terlihat terpaksa. 2. Pujian Meningkatkan KetekunanIlustrasi Keluarga Bahagia Credit adalah motivator yang hebat bagi orang-orang untuk terus maju. Jika diibaratkan, pujian adalah semacam obat saat orang merasa putus asa. Sangat bagus untuk mengakui kemenangan kecil, dan penerima akan menghargainya lebih dari yang Anda tahu. 3. Pemberi Pujian Juga Merasa Lebih BaikMerasa senang setelah memberikan pujian sama dengan merasa senang setelah menyumbang sesuatu untuk acara amal. Anda menciptakan interaksi positif dengan orang yang Anda beri pujian, yang dapat membuat suasana hati mereka membaik. Bukan rahasia lagi bahwa melakukan hal-hal baik untuk orang lain membantu merasa baik tentang diri Yuk! Pakai Masker dan Segera Vaksin COVID-19Infografis Yuk! Pakai Masker dan Segera Vaksin Covid-19 Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
MenurutRachel Sussman, psikoterapis dari New York, pujian membantu orang merasa dihargai, prestasi, atau suatu usaha mereka melakukan sesuatu yang biasa saja bisa sangat berkesan. Sussman menambahkan, yang terpenting adalah untuk memberi pujian dengan tulus. Menurut hasil sebuah riset yang dipublikasikan di jurnal Nature pada 2014,
JAKARTA - Di media sosial kini sedang ramai dibahas mengenai NPD alias Narcissistic Personality Disorder. Dalam pembahasan konten media sosial, banyak orang yang merasa ternyata orang-orang yang berada di sekitarnya memiliki gejala kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder NPD merupakan kondisi kesehatan mental yang di mana orang memiliki pendapat yang berlebihan tentang diri mereka sendiri. Melansir Mayo Clinic, orang dengan NPD ini membutuhkan atau mencari terlalu banyak pujian dan ingin dikagumi oleh orang lain. Orang dengan gangguan ini mungkin tidak memiliki rasa peduli dengan perasaan orang lain. Namun, di balik itu semua mereka tidak yakin akan harga diri mereka dan mudah tersulut emosi dengan kritik sekecil apa dengan gangguan ini pada umumnya akan merasa kecewa apabila mereka tidak mendapat perlakukan khusus yang mereka yakini bahwa mereka layak mendapatkannya. Hal itu yang membuat orang lain merasa tidak nyaman berada di sekitar dan tingkat keparahan seseorang yang mengalami NPD adalah gejala NPD yang meliputi1. Mementingkan diri sendiri, membutuhkan pujian, dan bersikap berlebihan2. Merasa bahwa dirinya layak untuk diperlakukan secara khusus dan istimewa 3. Berharap untuk diakui sebagai orang yang lebih unggul dibandingkan orang lain meskipun jika dirinya tidak memiliki prestasi4. Terlalu sibuk dengan fantasi mereka akan kesuksesan, kekuasaan, kecemerlangan, kecantikan, atau pasangan yang sempurna5. Menganggap bahwa dirinya lebih unggul daripada orang lain dan hanya ingin bergaul dengan orang yang berstatus tinggi6. Bersikap kritis dan meremehkan orang yang mereka anggap tidak penting7. Mengharapkan bantuan khusus dan mengharapkan orang lain melakukan apa yang mereka inginkan tanpa mempertanyakannya8. Keinginan untuk memanfaatkan orang lain untuk mencapai sesuatu yang mereka inginkan9. Kurangnya kemampuan untuk mengenali kebutuhan dan perasaan orang lain10. Iri pada orang lain dan beranggapan bahwa justru orang lain yang iri pada mereka 11. Memiliki perilaku yang sombong atau angkuh, banyak membual, dan terlihat sombong12. Bersikeras untuk mendapatkan hasil yang sempurna atau terbaik dalam segala hal Pada saat yang sama, orang dengan gangguan kepribadian narsistik akan mengalami kesulitan dalam menangani sesuatu yang mereka anggap sebagai kritik sehingga membuat mereka dapat melakukan hal, sebagai berikut1. Menjadi tidak sabar atau marah ketika mereka tidak mendapat pengakuan atau perlakuan khusus dari orang lain2. Sulit untuk berinteraksi dengan orang lain dan mudah merasa Bereaksi dengan kemarahan dan mencoba untuk meremehkan orang lain untuk membuat dirinya tampak lebih unggul4. Sulit untuk mengontrol emosi 5. Sulit untuk mengatasi stres dan beradaptasi dengan Menarik diri atau menghindari situasi di mana mereka mungkin gagal7. Merasa tertekan apabila tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan 8. Memiliki perasaan tidak aman, malu, terhina, dan takut akan kegagalanMelansir Healthline, tidak ada obat untuk mengatasi NPD. Namun, NPD masih dapat diatasi dengan melakukan pengobatan. Adapun pengobatannya dapat dilakukan dengan terapi bicara atau bicara dapat membantu seorang yang mengalaminya dengan belajar bagaimana berhubungan baik dengan orang lain sehingga hubungan tersebut menjadi lebih menyenangkan dan itu, para penderita sedikit demi sedikit bisa sembuh dengan melakukan perubahan gaya hidup. Misalnya, menghindari zat-zat yang dapat memicu perilaku bermasalah, memahami kebiasaan hidup sehat, dan melakukan teknik relaksasi untuk mengurangi stres dan kecemasan seperti dengan melakukan yoga dan meditasi. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Pujiandan persetujuan untuk setiap jenis usaha atau prestasi membuat seseorang merasa hebat. Mereka merasa berharga dan penting. Harga diri mereka naik dan citra diri mereka meningkat. Dan semakin kita memuji orang untuk apa yang mereka lakukan, semakin besar kemungkinan mereka untuk mengulangi perilaku untuk mendapat pujian tersebut.
Saya sangat tidak setuju jika seseorang yang berprestasi untuk mendapatkan pujian orang lain. Karena perbuatan tersebut termasuk dalam salah satu ciri orang yang riya. Karena melakukan sesuatu hal baik bukan karena ikhlas tapi karena mengharapkan pujian dan pandangan baik dari orang Perilaku riya merupakan salah satu perilaku tercela. Karena perilaku riya menunjukkan kesombongan dan tidak ikhlas dalam mengerjakan sesuatu. Riya termasuk dalam perbuatan yang dosa jika dilakukan sehingga harus dijauhi dan dihindari. Bahkan beberapa ulama berpendapat bahwa perilaku riya termasuk dalam salah perilaku syirik sughra atau syirik kecil. Syirk adalah perilaku seseorang yang menyekutukan Allah dengan selain Allah. Pelajari lebih lanjutMateri tentang cara menghindari perilaku hasad dalam kehidupan sehari-hari, di link tentang dampak bagi keluarga jika salah satu anggota keluarga tersebut hamil di luar nikah, di link tentang dalil naqli yang menjelaskan tentang perilaku berburuk sangka, di link tentang akibat yang akan dirasakan oleh orang yang melakukan perbutaan namimah, di link tentang hal yang terjadi kekerasan diperbolehkan di dunia ini, di link jawabanKelas VIIIMata pelajaran AgamaBab Akhlak Tercela Akhlakul Mazmumah Kode soal
CARAMENUMBUHKAN MOTIVASI BERPRESTASI & GAYA BELAJAR. 3. CARA MENUMBUHKAN MOTIVASI BERPRESTASI. 1. Pengertian Motivasi. Motivasi adalah daya penggerak di dalam diri seseorang untuk berbuat sendiri. Motivasi merupakan kondisi internal individu yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu.Hai Aris D, kakak bantu jawab ya Jawabannya adalah sebagai berikut Berprestasi untuk mendapatkan pujian orang perbuatan tercela karena perbuatan tersebut termasuk dalam salah satu ciri orang yang riya. Karena melakukan sesuatu hal baik bukan karena ikhlas tapi karena mengharapkan pujian dan pandangan baik dari orang lain. Riya adalah memperlihatkan diri kepada orang lain agar keberadaannya baik ucapan, tulisan, sikap, maupun amal perbuatannya diketahui dan mengharap pujian dari orang lain. Perilaku riya merupakan salah satu perilaku tercela. Karena perilaku riya menunjukkan kesombongan dan tidak ikhlas dalam mengerjakan sesuatu. Riya termasuk dalam perbuatan yang dosa jika dilakukan sehingga harus dijauhi dan dihindari. Bahkan beberapa ulama berpendapat bahwa perilaku riya termasuk dalam salah perilaku syirik sughra atau syirik kecil. Syirk adalah perilaku seseorang yang menyekutukan Allah dengan selain Allah. Jadi, jawaban untuk soal di atas telah dipaparkan pada pembahasan. Semoga membantu ya.VOVworld) - Memberikan pujian yang layak kepada kolektif dan perseorangan yang mencapai prestasi yang benar-benar adalah bimbingan Deputi Perdana Menteri (PM) Vietnam, Truong Hoa Binh di depan Konferensi Nasional untuk mengevaluasikan pekerjaan kompetisi dan pemberian penghargaan tahun 2016 dan menggelarkan tugas tahun 2017.Memberikan pujian adalah salah satu elemen terpenting dalam kehidupan sosial. Hal itu terkadang dapat membuat keajaiban dalam hidup ini. Perhatikan saja orang yang dipuji karena karya atau usahanya, biasanya akan menghasilkan karya dan kerja keras yang lebih hebat. Kita seharusnya mengembangkan kebiasaan untuk memberikan perhatian sama seperti memberikan apresiasi terhadap hal-hal yang baik di sekeliling kita. Memberikan pujian yang tulus dan tidak berpura-pura serta tanpa pamrih akan bisa menjadi cara yang pasti untuk membawa keadaan sekeliling kita menjadi lebih baik. Inilah 5 alasan mengapa kita seharusnya memberikan pujian kepada seseorang 1. Memotivasi. Memuji seseorang menunjukkan bahwa dia sedang dikagumi. Hal itu akan memberikan motivasi kepada orang yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu lebih baik dari sebelumnya. Andai saja kamu memuji masakan yang Ibumu buat, tentu saja dia akan senang dan membuat makanan untuk mu yang lebih enak. Jika kamu memuji rekan kerja atas kerja keras mereka, mereka akan termotivasi untuk bekerja dengan lebih baik. 2. Menciptakan atmosfir positif. Fokus dengan apa yang baik dan kemudian mengekpresikannya akan mengirimkan efek positif baik kepada orang yang bersangkutan ataupun diri sendiri. Selain itu juga pujian akan membuat kita menjadi pribadi yang optimis. Memuji itu tidak susah asalkan ikhlas, sesuatu yang kecil tanpa usaha keras namun bisa membawa perubahan positif yang besar terhadap sekeliling kita. 3. Menebarkan kasih. Memberikan pujian kepada orang-orang terdekat kita akan menciptakan atmosfir kasih sayang. Bayangkan jika istri tidak pernah memuji akan kepintaran, kebijaksanaan, usaha atau kerja keras suami, atau sebalknya jika suami tidak pernah memuji masakan, kecantikan, penampilan atau pekerjaan rumahmu. Hidup akan terasa membosankan jika tidak ada pujian atau rasa penghargaan. Pujian memainkan peranan penting dalam sebuah hubungan. Pujian membuat ikatan menjadi lebih kuat dan membuat kita menjadi pribadi yang lebih menyenangkan di mata orang lain. 4. Meningkatkan kepercayaan diri. Memberikan pujian terkadang bisa menjadi sulit. Kita dapat memuji seseorang saat kondisi kita baik ataupun tidak. Tidak dibutuhkan usaha lahiriah tertentu untuk memuji keahlian atau penampilan seseorang tetapi hal kecil ini bisa menambah kepercayaan diri dan kita juga akan mulai merasakan hal luar biasa tentang diri sendiri. Ketika kita memiliki pandangan positif tentang orang lain, kitapun akan memiliki kepercayaan terhadap diri sendiri. 5. Menghancurkan ego. Kamu berdebat dengan temanmu dan berakhir dengan uneg-uneg di hati. Kamu ingin berbaikan tetapi ada rasa gengsi untuk melakukannya. Cobalah dengan memberikan pujian yang murni dan tulus kepadanya dan kamu akan mendapati ego di hati akan menguap begitu saja. Kita akan punya banyak peluang untuk memberi pujian. Jangan pernah lewatkan kesempatan untuk memuji orang lain. Sebuah pujian yang tulus dan tanpa pamrih akan membawa perubahan baik dalam diri seseorang atau sekeliling kita. Penulis SOHalyang seperti ini akan membuat karyawan atau tim lain untuk termotivasi bekerja lebih semangat lagi. 3. Memberikan Penghargaan. Selain kata pujian, ada cara yang lebih bisa dikenang oleh karyawan loyal jika mereka mencapai pencapaian yang bagus. Seperti diberi piagam, trofi, atau medali.Sahabat Pena, Dalam pola asuh anak, sering kali Kita mendengar kata Reward and Punishment’, keduanya berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak. Kali ini Kita akan lebih fokus pada pembahasan pemberian reward Cara Pintar Puji Anak’ yang didalamnya merupakan strategi dalam memberi pujian pada anak. Saat anak melakukan hal-hal baik; misalnya berprestasi di sekolah, ada baiknya Kita memberi stimulus berupa reward atau penghargaan. Pemberian reward tidak harus dengan barang atau hadiah, pemberian Pujian’ juga merupakan jurus manjur untuk urusan ini. Jangan dipuji! Nanti sombong Nanti bisa jadi arogan Nanti besar kepala Nanti menyepelekan Kalimat-kalimat itulah yang sering muncul dan dikawatirkan Orangtua saat hendak memuji anak. Betul sekali, Kita memang harus berhati-hati sekali saat akan memberi pujian pada anak. Saat Kita asal memberi pujian, bisa saja akibatnya berbalik tidak sesuai dengan apa yang Kita inginkan. Kalau Kita asal memuji anak, bisa saja anak jadi malas bukan semakin rajin. Bisa juga anak akan ketergantungan terhadap pujian, selalu ingin dipuji dalam banyak hal. Kalau ini terjadi, anak akan melakukan apa saja semata-mata hanya ingin mendapat pujian, bukan untuk semakin meningkatkan prestasinya. Fatalnya, Jika pujian yang diinginkan tidak didapatkan padahal anak sudah melakukan upaya untuk mendapat pujian itu, anak bisa kecewa. Kalau sudah kecewa, banyak hal negatif bisa saja terjadi misalnya; Malas, Penyendiri, Kurang punya daya juang dll. Kalau hal ini terus terjadi berkelanjutan, anak akan menjalani hari-hari dengan berat, kurang semangat dan tidak bergairah. Pujian merupakan hal penting karena anak akan selalu mengenang pujian yang Kita berikan, menancap ke memori dan hati sanubarinya. Anak akan cenderung senang dan bercerita ke teman, keluarga atau orang lain atas pujian yang Kita beri. begitu sebaliknya, Anak juga akan menyimpan dan mengingat kekecewaan yang dialami atau didapat. Kalau sering kecewa dan memendam kekecewaan itu terlalu lama, hal ini bisa jadi bom waktu yang kapan saja bisa meledak. Ini yang harus Kita waspadai. Seorang peneliti di Amerika Serikat; Carol Dweck dengan bukunya yang berjudul Mindset The New Psychology of Success 2006, melalukan penelitian dengan memberi tugas menyelesaikan empat rangkaian puzzle kepada beberapa siswa kelas 5 di New York, Amerika Serikat. Pada tahap awal ini tingkat kesulitan puzzle yang harus diselesaikan dalam kategori sangat mudah. Dan peserta mampu menyelesaikan dengan sangat cepat. Karena telah berhasil menyelesaikan rangkaian puzzle dengan mudah, semua peserta diberikan pujian atas keberhasilannya itu tetapi pujian diberikan dengan cara yang berbeda. Group A diberikan pujian Kalian sangat hebat’ dan Group B dipuji dengan kalimat Usaha kalian luar biasa’. Di tahap berikutnya, kedua Group di berikan dua opsi; Mau merangkai puzzle yang sama mudahnya dengan sebelumnya atau puzzle yang lebih sulit dan disampaikan akan belajar hal baru jika pilihannya adalah puzzle yang lebih sulit. Hasilnya… Group A yang diklaim hebat mayoritas memilih puzzle yang sama mudahnya dengan sebelumnya, cenderung main aman dan tidak berani menanggung resiko. Sementara Group B yang dipuji atas usahanya yang luar biasa, 90% tertantang memilih puzzle yang lebih sulit untuk dirangkai. pada sesi selanjutnya, Semua group tidak bisa memilih, Group A dan Group B wajib memilih puzzle yang kategorinya lebih sulit. Dengan tidak adanya pilihan, Group A terlihat tidak siap, gugup dan kawatir tidak bisa menyelsaikan tugasnya kali ini. Sementara itu Group B terlihat semakin berupaya lebih keras dan lebih giat dalam menyelesaikan tahapan ini. Di tahapan paling akhir, Semua Group diberikan puzzle kembali seperti tahap awal; puzzle paling mudah. Hasilnya terjadi penurunan pada Group A dan ada peningkatan signifikan sebesar 30% pada Group B. Bisa disimpulkan bahwa anggota Group A merupakan anak-anak dengan tipe yang tidak bisa menerima kegagalan. Kegagalan bagi mereka ini merupakan kekawatiran bahwa mereka akan diasumsikan tidak cerdas. Group A bisa saja ter-demotivasi atas kegagalannya dan tidak bisa memberi respon baik atas kegagalannya itu, Dari penelitian diatas bisa kita tarik kesimpulan bagaimana sebaiknya kalau kita ingin memuji anak-anak kita? Sebaiknya bukan memuji HASIL yang telah dicapai, Tapi lebih memilih memuji PROSESnya bagaimana anak melakukan upaya-upayanya dalam mendapat hasil itu. Sebagai contoh saat anak meraih poin 95 pada mata pelajaran Bahasa Inggris, Hindari memberi pujian seperti ini Waah anak Mama hebat dapat 95 nilai Bahasa Inggrisnya’, tapi lebih memilih pujian seperti ini Anak Mama hebat, karena rajin belajar… terus belajar yg rajin ya sayang’ Berikut ada 7 hal yang harus Kita perhatikan saat hendak memberikan pujian pada anak agar anak lebih disiplin dan memiliki karakter baik Benar-benar tulus. Contoh Terikamakasih ya sayang sudah membantu Mama menyapu lantai Pujian yang spesifik. Contoh Waaah pilihan warna sepatumu serasi ya dengan gaunnya, keren! Spontan, saat anak melakukan hal-hal baik, bisa kapan saja. Contoh Anak Mama hebat, sholatnya rajin Pujian yang tidak membanding-bandingkan. Contoh Adik pintar, harus seperti Kakak ya, Nilai Matematikanya dapat 100 Fokus pada keuntungan yang akan didapat oleh diri sendiri. Contoh Kakak hebat ya; Belajarnya rajin sekali, Kakak akan lebih siap menghadapi ujian nanti. Tanpa manipulasi. Contoh Adik baik deh, bantu Mama cuci baju ya? Pujian orientasi pada usahanya bukan pada hasil yang diperoleh. Contoh Adik hebat ya, Karena disiplin bangun pagi, jadi sekolahnya tidak telat Semoga bermanfaat, sampai berjumpa lagi di artikel berikutnya, Admin Homeschooling PenaMerekapunya beban untuk memiliki nilai yang sempurna, cerdas, berprestasi, mendapat peringkat, atau berada di kelas unggulan. Melansir dari Scientific American, sering kali orang tua memberi tekanan tambahan dengan selalu menanyakan berapa nilai yang didapat anak-anak dan selalu mendorong mereka untuk jadi yang terbaik.Bahkanorang yang mengamalkan ilmunya kepada orang lain mendapat gelar ulama yang merupakan orang yang takut kepada Allah. Bahkan Allah mengantungkan ilmu yang ada di muka bumi di tangan para ulama, sebagaimana sabda Nabi sebagai berikut: Dalam kegiatan untuk mendapatkan prestasi tidak semudah yang dibayangkan, akan tetapi penuh perjuangan Bagaimanaseorang pimpinan Fungsi manajemen dan diikuti oleh orang yang dipimpinnya. kepemimpinan terus dilakukan dalam Imron Arifin mengutip pendapat Law & mengembangkan prestasi-prestasi non Glover bahwa kepemimpinan yaitu akademik untuk santri-santri beliau, memotivasi orang lain untuk mengikuti. baik itu perencanaan, pengorganisasian, Yaitu BekerjasamaUntuk Menjana Daya Kreativiti. Kejayaan mana-mana organisasi bergantung kepada bagaimana ahli-ahlinya berkomunikasi dan mengendalikan tugas bersama-sama. Jelas sekali, kerja berpasukan adalah satu bahagian paling penting dalam setiap organisasi kerana mereka dapat berkongsi maklumat, memberikan motivasi, serta membantu membuat siswanyauntuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. 4) Pujian. Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun. 5) Hukuman. Hukuman bukan alat untuk menakut-nakuti anak, tetapiPujianmemang menjadi hal yang sering didengar. Entah itu pujian yang ditujukan untuk orang lain maupun pujian yang ditujukan bagi diri sendiri. Reaksi orang ketika mendapat pujian pun bermacam-macam. Ada yang menunjukkan ekspresi bangga dan adapula yang justru merasa risih. Sebenarnya mendapat pujian dari orang lain itu adalah hal yang wajar.Dhgt.